Sabtu, 18 Mei 2013

(FF) BeWarmed//Oneshot//Aaron-Albee





Tittle        : Be Warmed

Author    : Asfihani Chun

Genre        : Romance, sad, etc

Type        : Oneshot


NA        : Maaf. Ya gak ada cast habis bingung ini FF Mpop atau Kpop dan juga maaf jika kata-katanya amburadul ini baru tadi siang jam 1 aku buat dan langsung selesai. Jika mau mendalami FF ini kalian dengerin dulu lagu Davichi-Be Warmed. Aku langsung terinspirasi dari lagu itu. Nyentuh banget dech. Ok langsung aja.



Happy Reding…. ^^




Semua orang telah mengatakan padaku
Bahwa kita telah berpisah
Dan aku pun tau bahwa kita telah berpisah
Tapi, dalam hatiku
Aku masih mencintaimu

Seorang gadis meletakan pena hitam yang telah mewarnai secarik kertas putih yang saat ini dia pegang. Wajahnya begitu sedih dan juga sayu saat memandang langit yang tampak gelap di tutupi oleh awan hitam tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja tanpa dia inginkan. Matanya tertutup erat dan napasnya terasa berat. Jangan mengingatnya, lupakanlah dia. Begutulah hatinya bicara. Tapi, tidak mungkin dan tidak semudah itu. Andaikan bisa mungkin dia tidak akan menagis. Gadis itu kini menundukan kepalnaya dan mencoba meghapus air matanya. Sebuh taman yang luas dan begitu ternian dia ingatan gadis berusia 20 tahun itu dimana tempat ini adalah temanya bersama orang yang menjadi kekasihnya dulu.

Mata sayunya berlaih pada sebuah bangku putih di sampingnya sepintas senyumanya terukir jelas walaupun terasa sakit tapi, kenangan itu ada.

"Selamat pagi!"Seorang pemuda datang dari belaknag dan langsung mencium pipi gadis berambut panjang dan memakai syal cream itu. Sontak gadis itu terkejut dan melihat kebelakang ternyata pemuda itu adalah Aaron. Gadis bernama Albee itu tersenyum sambil menari tangan sang kekasih agar mendekat kearahnya.

"Kau sudah menunggu lama?"Tanya Aaron sambil merangkul kekasihnya. Sebelum menjawab Albee memandang Aaron sambil tersenyum kemudian Albee menggelengkan kepalanya sambil berkata "Baru. Baru 30 menit yang lalu"Aaron tersenyummendengar jawaban Albee.

"Baiklah karena ini salhku yang terlambat 30 menit ayo, kita makan Ice Cream"

"Aku tidak mau"

"Baiklah kau mau apa?"

"Mau bersamamau saja cukup"

"Bersamaku? Apa itu tidak membosankan bagimu?"

"Tidak. karena dirimulah aku bisa merasakan cinta, mengerti cinta dan bisa jatuh cinta"Aaron sekali lagi tersenyum dan kemudian mencium kening Albee.

Dalam hatiku
Aku tidak bisa mencintai  orang lain
Dalam hatiku
Tidak akan bisa mencintai orang lain sebesar aku mencintaimu.

Air mata Albee kembali jatuh membasahi pipinya ingatan itu begitu terasa dan sangat menyakitkan. Apa semuapria seperti itu? Atau hanya hati wanita saja yang terasa sakit ketika sebuah cinta akan terpisah untuk selamnaya. Bisakah semua kembali seperti semula?

"Aku harus bisa. Aku tidak boleh menangis"Albee bargumam pada dirinya sendiri. Segera dia bangkit dari tempat duduknya dan menghapus jejak air mata yang menggenangi pipinya. Albee mengmabil tas yang dari tadi berada di sampi ngnya kemudian melangkah pergi meninggalkan taman yang sudah 2 jam dia tempati untuk sendirian.

^^^^^

Membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai di sebuah University yang Albee tempati untuk belajar. Albee berjalan sendirian sambil menunjukan wajah yang tegar dan senyuman yang terus mengembang. Sapaan demi sapaan Albee jawab dengan senyuman di bibirnya.

"Albee,kau darimana? Pelajaran pertam akau tidak datang?"Tanya Even temn sekelas Albee. Pertanyaan itu langsung di layangkan ketika Albee baru saja masuk kelas mereka.

"Tadi ada urusan sebentar"jawab Albee singkat. Even hanya mengangguk mengerti mungkin untuk saat ini sahabatnya itu tidak bisa menceritakan sakit hatinya tapi, Even tidak memaksa dia tau mata Albee membengkak akibat menangis tapi, Even hanya diam dan belum berani bertanya.

Selang beberapa menit dari percakapan mereka Aaron masuk kedalam kelas. Sejenak mereka saling memandang, rindu tatapan itu sekan mewakili perasaan Aaron yang memandang Albee lekat sedangkan Albee hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa berkata apa-apa. Saat keduanya sadar Aaron langsung menuju kursinya yang berada di belakang. Albee tidak bisa melakukan apapun saat Aaron berjalan di sampingnya begitu pula sebaliknya. Albee memejamkan matanya dan mencoba untuk menahan tangisnya.

Pukul Tiga sore bel pelajaran berakhir kelas yang Albee tempatipun usai, tampak Albee sedang membereskan barang-barangnya kemudian Even mendekatinya.

"Maaf, hari ini kita tidak bisa pulang bersama. Aku harus menjemput adikku"ujar Even

"Tidak apa-apa"jawab Albee singkat sambil tersenyum.

"Kalau begitu sampai jumpa besok Albee"Even melambaikan tanganya dan meninggalkan Albe yang masih membereskan barang-barangnya. Aaron yang masih berada di dalam kelas itupun memutuskan untuk pergi. Aaron menyandang tasnya dan berjalan di samping Albee. Saat itulah Albee hanya bisa diam dan menatap Aaron dari belakang.

"Bagaimana bisa? Apa yang harus aku lakukan?"Albee menutup wajahnya dan membiarkan dirinya menangis di dalam kelas yang sepi tanpa ada seorangpun di dalam. Tanpa Albee tau Aaron melihatnya dari jendela. Ada rasa sakit yang emnyelinap di hati Aaron tapi, mau bagiamana lagi. Ini memang sudah berakhir dan semua orang tau itu. Bahkan sebelum hati Aaron menerimanya sebelum hati Albee mendengarnya.

^^^^^

Malam ini adalah malam kedua tanpa kehadiran Albee di samping Aaron. Aaron tampak mengendari sepeda motor sportnya dan melaju kencang di jalananan tanpa tau kondisi jalanna yang ramai. Tapi, mereka juga tidak tau bagaimana hati Aaron saat ini.

Aaron berhenti di sebuah lautan di dekat jalan. Aaron melepas helmnya dan berdiri di tepi sambil berulang kali menghembuskan napas beratnya. Aaron mencoba untuk menutup matanya tanpa peduli angin malam menerpa tubuhnya tak peduli dengan gelombang yang seakan siap untuk menghantamnya. Aaron saat ini hanya butuh tenang.

Sepasang tangan melingkar di pinggang Aaron. Membuat Aaron membuka matanya dan melihat kebelakang ternyata Albee yang tersenyum kearahnya.

"Kau mengagetkanku"tukas Aaron sambil membalik badanya dan meraih tubuh Albee mendekat kearahnya.

"Di peluk saja kaget apalagi aku menciummu?"jawab Albee sarkatik.

"Memangnya kau berani melakukanya?"Tanya Aaron mencoba untuk memancing Albee. Albee tak menjawabnya dengan kata-kata tapi, Albee langsung berjinjit dan mencium bibir Aaron dengan lembut dan cukup lama untuk mengetahi apa yang Albee lakukan pada Aaron. Perlahan Albee melepas ciuman itu hingga membuat Aaron tersenyum.

"Aku mencintaimu"ujar Aaron manis

"Aku lebih mencintaimu"jawab Albee lembut tapi, bisa di dengar Aaron. Aaron segera meraih tubuh Albee dan memeluknya hangat.

"Aaaarrrrrgggghhhhh……………………!"Aaron berteriak sekeras mungkin membiarkan perasaanya jatuh dalam rasa sakit yang dia hadapi. Sungguh ini adalah hal yang sangat berat dan menyakitkan bagi Aaron dan Albee. Tapi, semua ini tidak mungkin berubah seperti semula.

^^^^

Suara burung meneriaki kamar Albee yang masih tertutup tirai warna biru tua itu. Entah apa yang Albee lakukan di dalam, menangis atau menulis semua perasaanya yang saat ini Albee rasakan. Hanya Albee yang tau. Tapi, dengan terpaksa Even harus membuyarkan lamunan Albee yang terdiam dia atas bednya dengan suasana kamar begitu pengap dan tidak ada cahaya. Sedangkan pipi Albee tampak begitu basah dan mata Albee merah akrena semalaman Albee hanya bisa menuliskan perasanya dalam sebuah kertas.

"Boleh aku masuk?"Tanya Even yang berulang kali mengetuk pintu kamar Albee. Tapi, Albee tidak merespon apa-apa. Dia turun dari tempat tidur dan menuju pintu. Sebelum mebukanya Albee merapikan baju dan rambutnya agar tidak terlihat buruk di mata sahabatnya itu tapi, air mata Albee tidak bisa di sembunyikan begitu saja.

"Maaf, membuatmu menunggu lama"jawab Albee membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali. Even tampak sedih melihat Albee seeprti itu. Wajah yang pucat dan tidak bersemangat ini bukan Albee yang Even kenal dulu.

"Kua tidak apa-apa?"Tanya Even khawatir

"Iya, aku tidak apa-apa. Tenang saja. Aku tunggu di ruang tamu saja ya, aku akan mandi dulu"ujar Albee mencoba untuk menutupi kamarnya yang tampak begitu menyedihkan untuk di perlihatkan pada semua orang.

"Baiklah"jawab Even mengerti tentang keadaan Albee. Albee pun masuk kembali kedalam kamar tanpa Albee tau salah satu kertas yang dia tulis isi hatinya terjatuh di lantai hingga Even menemukanya.

Kenapa ini kau lakukan padaku?
Mencintai orang lain sebuah kesempatan yang keu berikan padaku
Tapi, aku tau
Itu tidak bisa
Aku bisa berbohong di hadapanmu tapi, aku tidak bisa
Membohongi hatiku
Aku tidak bisa, aku tidak bisa mencintai orang alin sebanyak aku mencintaimu

"Albee, sebegitu besarkah cintamu pada Aaron?"gumam Even setelah selesai membaca ungkapan isi hati Albee yang membuat Even seakan merasakan apa yang sahabatnya itu rasakan.

^^^^^

Aaron baru saja datang dan menaruh sepeda motornya di parkiran dan baru saja Aaron melepas helmnya Even sudah berdiri di depan Aaron. Membuat Aaron sedikit terkejut melihat Even di hadapanya. Aaron menaruh Helmnya kemudian melangkah kea rah Even berdiri.

"kau menungguku?"Tanya Aaron sambil melihat kea rah lain mungkin Even menunggu orang lain selain diribnya. Tapi, di parkiran tidak ada siapa-siapa kecuali Aaron dan Even.

"Aku ingin bicara denganmu"tukas Even sedikit serius membuat Aaron menatap Even tak mengerti. Bicara denagn Aaron, pasti tentang Albee siapa lagi jika bukan tentang dia. Even adalah sahabat Albee pasti Even meminta Aaron agar kembali menjalin hubungan dengan Albee.

Di belakang gedung kampus Aaron hanya bisa diam ketika Even menatap penuh selidik pada pemuda berumur 24 tahun itu.

"Kua ingin bicara apa?"Tanya Aaron yang menunggu lama tapi, tidak ada kalimat yang keluar dari Even

"Kenapa? Kenapa ku putus dengan Albee? Kau tau Albee sangat mencintaimu. Dan aku juga tau kau mencintai Albee tapi, kenapa kalian berpisah?"Tanya Even tiba-tiba yang emmbuat Aaron menatapnya tanpa berkedip. Aaron tersenyum sinis menanggapi kalimata yang penuh Tanya dari Even. Kemudian Aaron membelakangi Even sambil menatap kearah lain.

"Itu urusanku dengan Albee, Albee saj tidak memberi taumu apa lagi aku"

"Tapi, ini sangat menyakitkan bagi Albee, Aaron. Mengertilah. Tolong kembalilah pada Albee"Even begitu memohon pada Aaron. Tapi, Aaron tak menjawab Even, Aaron hanya tersenyum kemudian membalikan badanya lagi emnatap Even.

"Terimakasih aku telah menjaganya tapi, aku tidak bisa, Ini keputusan kami berdua apabila ini terasa sakit, biarkan luka ini kami rasakan berdua karena tidak selamanya rasa sakit ini terus ada"jelas Aaron yang kali ini membuat Even terdiam. Tapi, Even tiba-tiba menghampiri Aaron dan berlutut di hadapan Aaron membuat mata Aaron seketika melebar dan berusaha membangunkan Even.

"Apa yang kau lakukan?"

"Aku tidak peduli jika aku harus berlutut padamu, asalkan sahabatku tidak menangis lagi. Aaron aku mohon padamu kembalilah pada Albee, dia sangat mencintaimu"

"Hentikan Even!"suara teriakn parau itu terdengar jelas oleh Even dan Aaron keduanay melihat kesumber suara dan menemukan Albee menatap meerka tajam. Sedangkan Air mata Albee tak bisa di sembunyikan lagi. Sambil berjaln menuju Even air mata Albee terus mengalir, kemudian Albee menarik tangan Even hingga Even berdiri.

"Untuk apa kau memohon paad Aaron? Agar dia tau bahwa aku wanita bodoh yang tidak bisa hidup tanpa dia? Atau aku wanita yang tergila-gila padanya?"teriak Albee pada Even yang saat ini hanya bisa menundukan wajahnya di hadapan Albee.

"Maaf, Albee tapi aku hanya tidak mau kau sedih"jelas Even terbatah-batah

"Tidak. saat ini aku memnag tidak bisa. Tapi, ada kau sahabatku Even, jadi aku mohon jangan seperti ini lagi"ujar Albee sambil menangis."Dan untukmu Aaron maaf,Even mengatkan kebohongan padamu jadi, anggap saja hari ini tidak terjadi apa-apa"Albee manarik tangan Even dan mebawanya pergi tanpa tau jawaban dari Aaron yang hanya bisa meliaht Albee meninggalkanya.

Albee duduk di samping Even sambil memegang tangan Even, Even pun menghapus air mata Albee yang saat ini terus menglir lancar di pipinya.

"Aku memang tidak bisa melupaknaya. Aku memang sangat mencintainya dan aku memang ingin bersamanya tapi, itu tidak mungkin lagi Even"kali ini isi hati Albee terungkap begitu saja pada Even. Even kembali mengahpus air mata Albee dan kemuadian memeluk Albee yang kini terisak keras di pelukan sahabatnya itu.

Sedangkan Aaron yang masih di tempat tadi hanya bisa terduduk sambil termenung. Teringat apa yang Even katakan pada Aaron tentang Albee. Aaron menutup matanya dan mencoba menahan rasa sakit yang saat ini emnyeruak di dadanya. Sungguh hal yang tidak ingin Aaron ingat tapi, semuanya terungkap perlahan, semuanya terjadi perlahan hingga rasanya terasa sakit.

^^^^^^

Semuanya berlalu begitu saja seakan tidak terjadi apapun sejak kejadian itu terjadi, tapi, sudah 3 hari ini Albee tidak masuk ke kampus. Aaron setiap hari hanya bisa melihat kursinya yang kosong tanpa tau bagaimana caranya mengetahui dimaan Albee sekarng berada atau bertanya pada seseorang tentang keadaan Albee.

Aaron memang tidak bisa bertanya atau tidak mungkin bertanya pada Even atau siapapun tentang Albee. Tapi, kali ini Aaron menghentikan motornya di halaman rumah Albee, menatap lampu kamar Albee yang sudah padam padahal baru saja jam menunjukan pukul Tujuh malam. Apa secepat ini Albee tidur? Mungkin saat ini itulah yang Aaron pikirkan. Aaron turun dari motornya dan menuju gerbang rumah Albee, melihat situasi yang tampak begitu sunyi tanpa ada suara ataupun orang-orang. Seakan ada rasa cemas yang menyelinap di hati Aaron perlahan dia membuka gerbang pintu rumah Albee dan masuk begitu saja di halaman.

"Aku tau kau akan datang"suara itu mengejutkan Aaron tapi, Aaron mengenal suara yang baginya taka sing itu. Aaron terdiam dan tetap membelakangi Albee yang saat ini sedang menatap punggung Aaron.

"Bolehkah aku memelukmu? Sebentar saja. 1 satu menit dan cukup dari belakang saja"ujar Albee denagn suara parau dan air mata yang siap turun. Aaron tak merespon kalimat Albee, perlahan Albee melangkah dan menuju Aaron. Tangan Albee menuj punngung Aaron dan perlahan melingkar di perut Aaron. Albee menutup matanya dan membiarkan air matanya jatuh begitu saja. Aaron hanya bisa dia dan membiarkan Albee memeluknya dari belakang.

"Ini seperti kebohongan. Hatiku membeku karenamu dan saat di depanmu hatiku mencair. Kenapa kau melakukan ini padaku? Apa karena kau lelah terhadapku? Atau aku berbuat salah padamu?"Tanya Albee jelas. Aaron melepas tangan Albee dan kemudian menatap Albee lekat.

"Aku ingin kau tau. Aku tidak bisa, aku tidak bisa mencintai seseorang sebanyak aku mencintaimu. Aku ingin kau kembali padaku. Aku ingin kau berda di sisiku. Tapi, aku tau itu tidak mungkin bagiku dan dirimu"jelas Albee dengan wajah yang tampak begitu risau. Tapi, sedetik kemudian Albee tersenyum sinis.

"Bicaralah. Apa yang ingin kau katakna padaku katakanlah"

"Aku tidak tau apa yang harus kau katakan lagi padamu"

"Baiklah. Aku yang akan bicara padamu"Aaron mendekati Albee dan memegang pundak Albee

"Dengar. Sekarang aku tidak ingin melihatmu menangis lagi. Kau tau hatiku ingin sekali meraihmu dan memelukmu, namun tak semuda yang aku tau dan tidak semuda yang kau dengar. Setiap kau menangis hatiku hancur. Jangan menangis lagi. Ingatlah satu hal. Hanya kau satu-satunya dalam hidupku. Itu benar, itu semua yang aku rasakan"Aaron langsung meraih tubuh Albee yang sedari tadi gemetar mendengar yang Aaron katakan padanya. Albee terisak keras di pelukan yang terakhirkali dia dapatkan sebelum Aaron pergi bersama orang lain. Orang yang selama ini menunggu Aaron untuk kembali padanya.

Kehangatan dan kebohongan cinta yang nyata
Itulah yang Albee rasakan saat ini
Walaupun sebentar Albee bisa merasakan cinta yang begitu tulus dari Aaron
Walaupun Albee tau cinta Aaron bukan hanya untuk dirinya saja.
Malam ini, malam ysang menjadi saksi berakhirnya hubungan mereka.

(FF) School Art Miracle-EXO


Selasa, 14 Mei 2013

(FF) The Next Me//Yewon

THE NEXT ME
Tittle        : THE NEXT ME
Author        :  Asfihani Chun
Genre        :  Yaoi, Romance
Type        :  Multichapter
Main Cast    :  Yesung, Siwon, Kyuhyun, Donghae
Summary    :  Yesung Dan Donghae adalah saudara yang nasib mereka sangat berbeda. Tapi,sejak kejadian yang tak terduga terjadi akankah Yesung bias melewatinya sendiri? Dan Siwon atau Kyuhyunlah yang akan mendapatkan Yesung?

N/A: Maaf lama Tap,aku pindah tempat ah tepatnya daerah sangat susah sinyal maaf ya YeWon Shipper. Eits,,,,, masih ingat dengan sayakan? Heheh. Udahlah dari pada banyak cuap-cuap kita langsung saja.

HAPPY READING……

“Hyung, kau dimana?”seorang anak kecil laki-laki berjalan sambil mengarahkan tanganya kedepan mencoba mencari sosok yang dia panggil Hyung. Langkahnya tertatih dan pandanganya kosong.


“hyung….”sekali lagi dia memanggil dengan nada yang gemetar tapi,tak ada respon dari orang yang dia panggil dari tadi.


“hyung…………..!!!!”
.
.
.

“Donghae-ah……gwaenchana?” suara itu terdengar dari samping seorang anak kecil yang berjalan sendirian tadi yang ternyata dia hanya mimpi. Ketika terbangun dia masih di atas bed dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.


“Donghae….?”merasa tidak ada respon dari adiknya Yesung menggoncangkan tubuh anak berumur 7 tahun itu. Akhirnya Donghae tersadar dia segera meraba tangan sang hyung kemudian memeluknya sambil terisak keras.

“ada apa Hae?”Tanya Yesung  hyung Donghae yang berumur 9 tahun


“Hyung…. Aku takut, aku… aku tadi mencari Hyung tapi,hyung tidak ada”


“ani. Siapa bilang hyung tidak ada. Dari tadi  Hyung di sini menemanimu.”

Donghae tak menjawab apa-apa dia hanya membenamkan kepalanya di dada Yesung dengan tubuh yang sedikit gemeter.

Brak!!

Suara pintu yang terbuka keras membuat 2 orang anak kecil itu terlonjak kaget. Seorang wanita setengah baya berlari menghampiri mereka dan langsung menarik Donghae ke dalam pelukannya.

“ada apa sayang? Donghae mimpi buruk?”

“ne, eomma Hae-ah mimpi buruk”

“ya sudah, Yesung kau tidur di kamar Eomma ne? biar eomma tidur dengan Donghae”

“ne,eomma”

Yesung turun dari Bed dan melangkah kan kakinya keluar kamar. Sesekali dia melihat kearah Donghae dan Eommanya terlihat begitu hangat dan sangat akrab. Sayang, Yesung tidak pernah mendapatkanya. Walaupun Eomma Yesung tidak jahat tapi, jelas dia meraskan perbedaan antara kasih sayang yang di terima Yesung dan Donghae.

“huft…..Yesung kau jangan berfikir macam-macam. Donghae butuh Eomma”
Itulah yang selalu Yesung katakana pada dirinya sendiri setiap kali merasa iri,merasa ingin mendapatkanya, mendapat kasih sayang yang saudaranya dapatkan. Tapi, Yesung lebih beruntung Dia bias melihat semuanya sayang Donghae s tidak begitu, wajar jika sang Eomma sangat menyayanginya.


Sejak  Donghae jatuh dari ayunan sewaktu dia berumur 3 tahun. Semua cahaya yang Donghae dapat pudar. Donghae idak bias melihat apa yang Yesung lihat. Tapi, Donghae anak yang kuat walaupun demikian dia bias menerima. Apalagi punya Hyung seperti Yesung yang selalu menjaga dan melindunginya.
.
.
.

11 TAHUN KEMUDIAN
“Hyung….”panggil seorang namja yang sedang duduk di sebuah bangku putih di taman. Seorang namja lagi yang dia panggil Hyung berlari kearah nya.

“ne, Hae? Ada apa?”

“ani hyung aku hanya memastikan Hyung ada di sini”

Orang yang dia panggil Hyung itu tersenyum dan mengusap rambut adikya yang sudah besar. Donghae.
Kini dia seudah dewasa dan tak mau menyerah untuk mendapatkan donor kornea. Itulah yang di katakana Dokter Donghae bisa melihat jika dia mendapat donor kornea.

“hyung akan sellu di sampingmu ne?kau jangan takut”
Yesung tersenyum dan kemudian memeluk Donghae. Yah, begitu akrabnya mereka sampai kadang Yesung menelantarkan kuliahnya demi menjaga Donghae. Sedangkan Eomma mereka sibuk bekerja di kantor kadang jika Eommanya pulang Yesung kuliah tapi, kadang juga Donghae yang meminta Yesung kuliah karena menurut Donghae karena dirinya Yesung sering absen.

“hyung,ayo kita pulang”

“ne,kajja”

Yesung memapah Donghae perlahan meninggalkan taman. Tapi, ketika mereka sedang berjalan tiba-tiba ada yang berlari dan menabrak Yesung hingga Yesung terjatuh.

“Hyung, gwaenchanayo?”Tanya Donghae yang berjongkok di dekat Yesung

“ne, hae. Hyung tidak apa-apa”

“mianhe, aku tidak sengaja. Kau tidak apa-apa?”Seorang pria bertubuh kekar yang menabrak Yesung mencoba menolong Yesung berdiri.

“mianhe,jongmal mianhe”ucapnya sambil sesekali melihat kearahya yang tadi berlari denagn ekspresi wajah yang ketakutan.

“Ya, lain kali hati-hati. Aku tidak apa-apa”jawab Yesung

“kalu begitu syukurlah, aku buru-buru jadi tidak sengaja. Aku harus pergi. permisi”
Pria itu pergi sambil berlari mencoba untuk meninggalkan jejak dari seseorang.

“nuguya hyung?”Tanya Donghae

“molla Hae”

Baru saja Mereka melangkahkan kaki tiba-tiba segerombolan orang-orang berjas hitam berteriak memanggil orang yang mereka cari.

“Tuan Muda Siwon….”

Kemudian salah satu dari mereka menghampiri Yesung dan Donghae

“apa kalian meliahat seorang pemuda tampan tubuhnya kekar jika tersenyum ada lensu ng pipitnya sedangkan dia tinggi dan…”

Yesung langsung menunjukan kesebuah arah. Orang berjas itu mengangguk dan langsung menuju arah yang di tunjuk Yesung.

“Hyung member Itahunya?”

“Ani. Hyung menunjukan arah yang berlawanan dengan yang dia lewati”

“wae? Hyung memebelanya? Kalau dia orang jahat bagaimana Hyung?”

“Hyung menunjukan arah yang berlawanan agar dia mudah di temukan”Donghae langsung tertawa. Begitu juga Yesung.
.
.
.

Siwon pria yang di cari orang-orang tersebut akhirnya di temukan. Siwon menghela nafas sambil mundur ke belakang sedangkan orang-orang berjas hitam itu seakan siap untuk menangkap Siwon.

“kenapa kalian selalu mengusik hidupku?”Tanya Siwon frustasi sambil sesekali memundurkan langkahnya

“Maaf tuan muda ini perintah. Tuan harus pulang sekarang juga”pinta salah seorang dari mereka

“Kalian ini seperti tidak pernah muda saja”

Salah seorang dari mereka mendekati Siwon. Tapi,sayang Siwon langsung memukul mereka sehingga keributanpun terjadi. Siwon harus melarikan diri lagi dengan menghadapi orang-orang suruhan orang tuanya itu. Dalam bebrapa menit mereka sudah rubuh. Siapa juga yang mau mengalahkan orang yang sudah bergelar sabuk hitam seperti Siwon.
.
.
.

Siwon berlari menjauh dari para pengawalnya itu. Berdiri di samping sebuah jalan sambil melihat kanan kiri jalan. Kemudian sebuah mobil sedan warna merah berhenti di depannya segera Siwon masuk kedalam dan pergi melesat jauh dari taman.

“kau selalu menyusahkankku”Celoteh seorang pria di samping Siwon yang focus menyetir

“Cho Kyuhyun,kau akan selalu bilang seperti itu setiap hari tapi, kau juga akan selau menurutiku”

“Bangga kau seperti itu?”sindir pria yang bernama Cho Kyuhyun itu. Siwon hanya menanggapinya dengan tawa dia sudah tau jelas bagaimana sikap sahabatnya itu.

Cho Kyuhyun adalah Sahabat Siwon. Mereka bersahabat sudah lebih dari 8 tahun sejak Kyuhyun pindah rumah di dekat rumah Siwon mereka sudah akrab Siwon sanagt sering bahkan setiap hari sellau kabur ke rumah Kyuhyun.

“pasti sekarang mereka menuju rumahmu untuk mencariku”Lanjut Siwon yang sudah tau kebiasaan orang tuanya.

“yah,dan mereka akan menelponku lalu bertanya tentang kau….”lanjut Kyuhyun yang di sambut oleh nada dering NOW-SUJU dari HP kyuhyun mereka berdua langsung tertawa bersama.

“angkat saja…”

“aku tau, dan mereka akan bertanya Kyu…Siwon bersamamu? Jika iya tolong suruh dia pulang. Hanya kau yang bisa membujuknya”

Sekali lagi mereka tertawa sangat keras. Kyuhyun menepikan mobilnya kemudian mengambil Hp di depannya. Sambil merapikan jas lalu menegapkan tubuhnya di tambah mencoba mengatur nada suaranya Kyuhyun terlihat begitu serius. Sedangkan Siwon yang menjadi penonton tertawa tanpa henti melihat gaya sahabatnya itu.

“yeoboseo….”

“Kyu-ah….”

“ne,bibi ada apa?”

“kyu,Siwon bersamamu? Jika iya tolong suruh dia pulang hanya kau yang bisa membujuknya”

“ah, ne bibi nanti aku akan membujuknya”

“gomawo Kyu-ah”

“ne, Cheonmaneyo”

“benar. Eomma pasti bilang seperti prediksimu tadi”sahut Siwon

Kyuhyun tersenyum lalu mulai menaikkan gas mobilnya lagi kemudian pergi meninggalkan tempat pemberhentiannya.

####

Suara gemuruh dari dapur terdengar jelas di sebuah rumah yang hanya di huni oleh 3 orang ini. Rumah yang sederhana dan cukup nyaman bagi Yesung. Walau kadang seakan dia yang menjadi seorang ibu. Tapi, dia tidak mengeluh dan selalu patuh terhadap ibunya. Memasak, mencuci, dan membersihkan rumah semua Yesung yang lakukan.

“Hyung, kau masak apa?”Tanya Donghae yang menghampiri Yesug di dapur sambil meraba tembok di  spanjang perjalanannya. Yesung yang tau Donghae menghampirinya segera menaruh peralatan masaknya dan mendekati Donghae

“masak spagetty. Ada apa Hae?”

“boleh kah aku membantumu hyung?”

“ani hae-ah….. lebih baik kau istirahat saja”

Wajah Donghae tampak kecewa. Yesung pun merasa tidak tega melihatnya tapi, bagaimana lagi kalau ada apa-apa dengan Donghae pasti Eomma akan marah pada Yesung.

“mianhe Donghae-ah bukannya Hyung tidak mengizinkanmu tapi, Eomma pasti marah jika tau kau ada di dapur”jelas Yesung denagn nada suara yang menyesal. Donghae hanya tersenyum lalu mengangguk tentu Donghae tau bagaimana Eommanya itu terhadap Yesug.

“Donghae….”suara seseorang dari luar membuat keduanya terperanjak kaget. Segera Donghae di bantu Yesung  keluar dari dapur pasti itu Eomma mereka. Dan tepat baru saja mereka menuju ruang tamu Mrs.Kim sudah duduk di sofa.

“Hae-ah darimana kau?”Tanya sang Eomma sambil meraih tangan Donghae agar duduk di sampingnya.
Yesung hanya berdiri diam memandangi mereka.

“Yesung kau masak apa?”

“spagetty Eomma”

“ah, baiklah kau lanjutkan saja ne? masakanmu pasti enak ”

“ne, Eomma gomawoyo….. aku ke dapur dulu”
.
.
.

Malam yang dingin bagi Yesung dia terus berusaha menghangatkan badanya dengan berbagai cara. Terasa Sesekali di dalam selimut atau memakai jaket. Tapi, tidak membuat tubuh Yesung hangat akhirnya dia bangun  dan merasakan kepalanya pusing, perutnya mual dan merasa sangat dingin. Tiba-tiba Yesung mimisan. Yesung terkejut dan langsung menuju kamar mandi. Di depan kaca dia meliaht wajahnya yang pucat dan dari hidungnya keluar darah.

“kenapa kepalaku sangat sakit?”

Yesung memutuskan untuk membersihkan darah yang ada di hidungnya. Setelah mimisan Yesung berhenti . dia menuju bed dan langsung tertidur pulas.

####

“Yesung, kau kuliah saja hari ini biar Eomma yang menjaga Donghae”Ujar Mrs. Kim di ruang makan saat mereka makan bersama.

“ne,Eomma”
.
.
.

Suara teriakan para gadis-gadis di sebuah university ternama di Korea membuat Yesung yang baru dating langsung mengarahkan pandanganya kearah yang mereka teriakan. Sepasang bola mata yang membulat dan bersinar menemukan sosok seorang pria bertubuh kekar dan tinggi yang membuat Yesung tersenyum manis.

“Choi Siwon, dia sahabatku baru datatang dari New York kemarin sebenarnya dia asli orang Korea rumahku saja yang pindah dekat dengan rumahnya tapi, Dia tinggal bersama saudaranya di New York”suara itu tiba-tiba muncul dari samping Yesung. Ketika dia menoleh Yesung menemukan Kyuhyun sudah melipat tanganya sambil memandangi Siwon yang asik bermain basket.

“sepertinya aku pernah melihat dia”

“benarkah? Dimana?”Tanya Kyuhyun antusias

“….”sejenak Yesung berfikir berusaha membuka kembali ingatanya tentang pemuda yang saat ini dia pandangi.

“ah, iya di taman kemarin. Bukankah dia di kejar-kejar  ya?”

Kyuhyun mengangkat alisnya. Sambil memandangi Yesung Kyuhyun seakan berfikir.

“kau kemarin di taman?”

“ne, tapi kenapa kau baru cerita tentang dia padaku?”Tanya balik Yesung yang mengundang tawa lirih Kyuhyun. Kemudian Kyuhyun merangkul Yesung sambil berkata

“karena aku tidak ingin kau tertarik padanya karena akulah yang akan mendapatkan cintamu”

Baru saja Kyuhyun diam langsunng mendapat tonjokan di bagian perut dari Yesung. Kyuhyun meringis kesakitan , sedangkan Yesung berlalu dari hadapanya. Kyuhyun tersenyum memandangi Yesung dari jauh.
.
.
.

Selesai kuliah tampak Yesung berjalan pelan sanbil berpegangan didinding. Wajahnya tampak pucat dan keringatnya sangat banyak.

“Yesung, kau sakit?”Tanya seorang teman Yesung yang menghampiri Yesung. Tapi, Yesung malah tersenyum dan mengeleng pelan menahan rasa sakit yang sebenarnya dia rasakan.

“Ya, sudah. Kalau kau sakit istiraht saja dulu di ruang kesehatan ”

“gwaenchanayo, gomawo”

“ya sudah aku pulang dulu”Sesaat setelah temna-teman Yesung pulang Yesung langsung jatuh kelantai. Dengan sisa tenaga yang dia punya Yesung kembali berdiri merasa darah keluar lagi dari hidungnya Yesung berlari ke kamar mandi.
.
.
.

“Kyu, sebentar saja ne?” Mohon Siwon sambil menunjukkan wajah yang begitu menyedihkan

“Huft…. Oklah. Cepat. 5 menit kau harus sampai di sini”

Siwon hanya tersenyum kemudian berlari melewati lorong-lorong yang panjang setelah tempat yang di cari ketemu Siwon langsung masuk sedangkan di pintu terdapat gambar Laki-laki yang berbentuk gambar. Bisa di tebak yang di cari Siwon adalh kamar mandi. Selesainya Siwon segera keluar  tapi,dia bertemu Yesung yang berlari kearah washtafel. Di sana Yesung muntah dan hidungnya terus keluar darah. Siwon tidak bisa diam saja dia menghampiri Yesung

“kau kenapa?”

Yesung tak menjawab dia berusaha menghentikan darah dari hidungnya sambil mendongakkan kepalnya. Siwon pun mengeluarkan sapu tangan dan mengambil alih aktifitas Yesung. Siwon menekan hidung Yesung dengan sapu tangannya dan merangkul Yesung. Beberapa meneit berlalu darah Yesung berhenti Siwon melepas sapu tangnya sambil memandangi Yesung dengan raut muka yang sangat Kwatir.

“kau merasa baikan?”

“ne, gomawo….”

“kau sakit?”Tanya Siwon sambil terus memandangi Yesung

Yesung menggeleng lemah sambil tersenyum

“kita ke rumah sakit saja ne?”tawar Siwon yang mendapat penolakan dari Yesung.

“Aku tidak apa-apa. Gomawo. Kim Yesung Imida”Yesung memberikan tangan kananya kemudian di sambut hangat oleh Siwon yang masih tertegun melihat tingkah Yesung yang sekan berubah 180 derajat

“Choi Siwon”

“Mianhe, aku membuatmu kuwatir. Tapi, aku sudah tidak apa-apa dan tolong rahasiakn tentang ini pada siapapun. Mungkin aku hanya kelelahan saja.”jelas Yesung agar Siwon tidak kuwatir lagi.

“Tapi, Yesung… kau….”

“Choi Siwon ini lebih……”kalimat protes yang di layangkan Kyuhyun segera terhenti saat dia melihat Yesung bersama Siwon.

“kalian sedang apa?”Tanya Kyuhyun penasaran

“kami hanya mengobrol Kyu…”jawab Yesung segera saat Siwon ingin menjawabnya. “ah iya aku harus segera pulang pasti adikku mencariku”lanjut Yesung kemudian berlalu dari hadapan Siwon dan Kyuhyun. Siwon hanya bisa diam dan tersenyum aneh saat Kyuhyun memandanginya.
.
.
.

Di dalam perjalanan menuju rumah Siwon, Siwon hanya diam saja di menatap keluar jendela sambil terus teringat apa yang terjadi tadi pada Yesung. Apa lagi saat Yesung berkata Siwon harus merahasiakanya, itu membuat Siwon semakin cemas. Apa yang terjadi pada Yesung? Itulah pikiran pertamanya. Walaupun baru saja mengenal Yesung tapi, tidak mungkin Siwon diam saja mengetahui kejadian tadi.

“Ada apa?”Tanya Kyuhyun yang merasa ada perubahan dengan Siwon.

“Ah. Ani…”jawab Siwon singkat sambil membenarkan duduknya.

“Kau tidak mungkin bisa membohongiku. Ada apa? Ada masalah? Atau tentang Yesung tadi?”lanjut Kyuhyun bertanya, berusaha agar Siwon mau bicara padanya.

“Tidak ada apa-apa. Sekarang ayo kita kerumahmu”Elak Siwon mencoba menutupinya dari Kyuhyun

“Kenapa kau selalu kerumahku? Kaukan punya rumah sendiri”Protes Kyuhyun

“Ah, kau ini. Aku mau pulang kerumahmu, dari pad aku kabur lebih baik aku kerumahmu kan”Bela Siwon. Kyuhyun tersenyum sinis sambil melihat Siwon yang terus mentap ke luar jendela.

“Sukanya menggeretak kalau kau bukan sahabatku. Ku turunkan di jalan kau” kata-kata Kyuhyun mendapat  senyuman puas dari Siwon.

Yah, begitulah mereka berdua kadang seperti To & Jerry tapi, kadang seperti adik dan kakak. Kyuhyun dari dulu memang tempat pelarian Siwon kadang Siwon tidak betah di rumah hanya gara-gara orang tuanya yang sanagt overprotective. Siwon sudah berumur 22 tahun tapi, perlakuaan mereka seakan Siwon baru umur 10 tahun.



####


“Annyeong aku pulang”Tampak Yesung perlahan membuka pintu. Dia mendongakan kepalanya dan matanya menyusuri setiap inci rumahnya. Tidak ada orang. Itu yang dia katakana pada diriya sendiri. Jma yang menunukan pukul Sebelas malam tentu semua orang sudah tidur.Perlahan Yesung masuk dan menutup pintunya kembali.

“malam sekali kau pulang Yesung?”Suara itu mengintrospeksi suasana yang Yesung kira sepi. Saat dia meoleh Mrs.Kim sudah memandangi Yesung sambil melipat tanganya di dada. Ada rasa senang di hatoi Yesung. Apa Eomma menunggunya? Itulah harapan Yesung.

“Ah, tadi ada urusan Eomma. Eomma belum tidur? Apa Eomma menungguku?”Tanya Yesung antusias

“Ani. Eomma hanya haus. Ya sudah tidurlah. Lain kali kalau tidak pulang beritahu dulu agar Donghae tidak menunggumu”

Deg…Donghae. Apa selama ini hanya Donghae yang mencemaskanya? Lalu orang yang di panggil Eomma? Siapa dia? Apakah dia Eomma Donghae bukan Eommaku? Yesung hanya tersenyum miris mendengar penuturan sang Eomma. Semua karena Donghae, Eomma baik pada Yesung, memperhatikan Yesung semua karena Donghae.

Yesung naik tangga perlahan, langkahnya begitu lemas dan tanpa tenaga. Seebenarnya wajah Yesung masih sangat pucat tapi, Bahkan Eommanya tidak bertanya atau melihat dengan jelas perubahan pada Yesung.

Sampainya di kamar Yesung langsung menjatuhkan tubuhnya di bed. Berulang kali dia menghela nafas. Pikiranya sudah jauh dari apa yang Yesung lihat dan rasakan. Untuk apa aku disini jika semua yang aku diterima hanyalah karena seseorang? Bukan itu bukan sebuah ketulusan? Berarti Eomma tidak menyayangi Yesung? Semuanya hanya Donghae dan Donghae kapan Eomma akan menyebut Yesung?
Pertanyaaan it uterus terniang di telinga Yesung. Sampai akhirnya Yesung merasakan lagi merasakan rasa sakit di kepalanya. Yesung menyengkaram kuat-kuat rasa sakit di kepalanya dan hingga dia memejamkan matanya.

“Sakit……”

Rintih Yesung berulang kali. Yesung terus meronta diatas bed sampai cairan bening itu mengalir di pipi Yesung.

“Sakit……!!!!”

Yesung pun akhirnya berteriak dengan seluruh tenaganya mencoba memberitau pada Eomma dan Donghae rasa sakitnya. Tapi, walaupun berulang kali Yesung melakukanya tak seorangpun datang sampai akhirnya Yesung memejamkan matanya dan pingsan.






TO BEE CONTINUED.....

(FF) Be Warmed



Ini seperti kebohongan
hatiku membeku karenamu tapi, hatiku mencair saat ada di dapanmu
sungguh, aku tak mengerti kenapa kau melakukan ini padaku
apa karena kau lelah terhadapku?
atau aku salah padamu?
aku tidak akan bisa mencintai orang lain sebanyak aku mencintaimu

Senin, 06 Mei 2013

School Art Miracle

sebuah sekolah seni yang bisa menjadikan sebuah keajaiban dari masing-masing murid yang terpilih. merekalah yang nantinya akan menunjukan bagimana keajaiban sebuah seni. murid-murid dengan masing-masing kepribadian dan juga kemampuan. bagaimanakah mereka mendapat kekuatan yang bisa menampilkan keajaiban? bisakah mereka mendatangkan keajaiban dari kemampuan mereka?

Minggu, 05 Mei 2013

My Idol

This is my Idol in Korea and Taiwan
  • Oh Sehun ( EXO K)
  • Yang Fan HIT 5)
  • Wu Chun
  • Wang Zi (JPM)
  • Zhou Mi (SUJU M)
  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Onew (SHINee)
  • Kim Yesung ( Super Junior)

My Cover Fanfictions




Ini adalah Cover masing-masing Fanfictionku apabila ada yng berminat membaca mohon untuk koment yang mana yang kan kalian ingin baca. Terimakasih.

Me Plus You 2

Me Plus You 2

Me Plus You salah satu fanfiction yang akan aku terbitkan pertama kali di Blog yang pertam akau buat. inilah para pemain dan juga Summary dari Fanfictionku.

Titlle : Me Plus You 2
Genre : Romance, Family,and Comedy etc
Type : Multicahter
Cast :
  1. Wu Chun as Lee Wu Chun
  2. Oh Sehun as Lee Sehun
  3. Yona as Yona
Summary : "Dia Lebih cocok mendampingi ayah..." "Sehun suka yang di panggil Noona bagimana jika aku menjodohkanya?" "Aku? tertarik pada orang seperti...."nantikan kelanjutan kisahnya ya.

Terimakasih.